Bekas jerawat, bisakah hilang?

===
Kalau bisa memilih, siapapun pasti tak ingin mengalami masalah jerawat. Perawatan wajah yang baik dan benar dapat menghindari timbulnya jerawat. Namun banyak faktor lain seperti stress, polusi, pola makan dan hormonal yang juga berperan. Alhasil, jerawat menjadi masalah yang dialami oleh sebagian besar orang terutama para remaja. Bisakah bekas jerawat dihilangkan ?... bisa, tapi membutuhkan kesabaran :)

Setelah jerawat teratasi, akan timbul dua masalah susulan : hiperpigmentasi post acne (noda/flek hitam) dan acne scar (jaringan parut) . Timbulnya dua masalah ini tergantung pada lamanya proses peradangan yang diakibatkan jerawat. Jika jerawat segera diatasi dan berlangsung sebentar, hanya akan menyisakan noda flek hitam (hiperpigmentasi) pada lapisan kulit yang dangkal, sehingga biasanya akan segera hilang dalam hitungan bulan. Namun bila jerawat berlangsung cukup lama, peradangan yang berlarut larut akan merangsang timbulnya jaringan parut sebagai respon alamiah tubuh memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan jerawat. Akibatnya terjadi perubahan pada permukaan kulit menjadi kasar dan tidak rata. Jika bekas jerawat tidak menghilang setelah 6-12 bulan, berarti masalah yang dihadapi bukan sekedar hiperpigmentasi post acne namun acne scar

Pencegahan terbaik adalah memfasilitasi proses penyembuhan jerawat, agar hanya berlangsung singkat sehingga tidak akan menimbulkan scar yang dalam. Semakin cepat jerawat teratasi, semakin mudah mengatasi bekasnya bahkan mungkin tidak memerlukan perawatan khusus. Hindari sinar matahari secara langsung karena akan menyebabkan kerusakan kulit dan menghambat proses penyembuhan, dan jangan pernah mengutak atik jerawat (memencet, memegang) karena akan menganggu proses penyembuhan yang sedang berlangsung dan menimbulkan infeksi berlanjut.


Noda/flek hitam yang ditimbulkan jerawat biasanya akan menghilang secara alamiah setelah 6-12 bulan. Semakin hitam nodanya semakin lama hilangnya. Proses regenasi/pergantian kulit setiap 28 hari akan menyamarkan warnanya sehingga kembali ke warna semula. Gunakan tabir surya minimal SPF 15 untuk menghindari kerusakan akibat radiasi matahari yang akan mempergelap noda. Proses pengelupasan kulit dapat dipercepat dengan mengunakan krim mengandung AHAs, BHA , atau tretinoid. Produk yang zat aktifnya dapat menghambat produksi melanin seperti Hidroquinon (melanox) atau kojic acid juga dapat membantu mengatasi noda. Namun pengunaanya harus berhati hati. Hentikan pengunaan bila sudah ada perubahan atau jika tidak terjadi perubahan sama sekali. Hidroquinon dapat menyebabkan iritasi kulit yang berat dan dapat juga memperparah kondisi noda menjadi lebih hitam dan sulit dihilangkan.

Chemical peeling; pengelupasan kulit dengan bahan kimia (ex. lactic acid) bisa juga menjadi pilihan untuk mengatasi hiperpigmentasi atau acne scar yang dangkal. Perubahan biasanya terlihat setelah 4-6 kali perawatan dengan jarak 2 minggu. Tindakan ini biasanya dilakukan oleh para ahli dermatologi, maka konsultasi diperlukan, begitu juga untuk mengatasi acne scar. Meskipun saat ini terdapat beberapa produk dan pengobatan yang dapat memperbaiki acne scar yang ringan, sebagian besar acne scar membutuhkan treatment khusus seperti filler atau laser

No comments: